Hal terberat adalah ketika berada pada dua pilihan... Setiap orang memiliki kenangan dan perjalanan hidupnya masing-masing, baik itu kenangan buruk maupun kenangan baik. Akan tetapi ketika seseorang dihadapkan pada sebuah pilihan, maka hal terberat pun melanda. Memilih untuk menunggu atau meninggalkan, merupakan sebuah pilihan yang keduanya membutuhkan pengorbanan. Namun, hal terberat diantara keduanya adalah ketika seseorang tak tahu apa yang harus ia lakukan. Apakah harus memilih untuk menunggu atau meninggalkan sesuatu. Lalu hal terberat apakah yang muncul ketika keadaan ini melanda? Kenangan... Kenangan adalah hal yang begitu melekat terhadap memori seseorang, yang memiliki kesan tersendiri bagi pemiliknya. Ketika muncul pilihan untuk menunggu atau meninggalkan sesuatu, maka seketika itu pula kenangan kembali terngiang. Berat hati ketika harus memilih untuk meninggalkan sesuatu. Kenangan yang muncul adalah kenangan-kenangan manis yang begitu mengesankan....
Motivator terbaik adalah diri Anda sendiri ialah kalimat yang tepat untuk pembahasan kali ini. Mengapa saya mengatakan demikian? Coba perhatikan diri Anda! Coba Anda ulas tentang kehidupan Anda dalam kondisi-kondisi tertentu yang amat berarti dalam kehidupan Anda! Hal tersebut terutama yang berkaitan dengan perubahan yang Anda lakukan terhadap kehidupan Anda. Ketika Anda berada pada kondisi yang kurang baik (misalnya saja pada pelajar yang sedang mendapatkan nilai ulangan yang kurang memuaskan dan nilai tersebut tidak mencapai KKM, sehingga menyebabkan ia harus mengulang mata pelajarannya atau di remedial), muncul rasa kekecewaan ketika apa yang didapatkan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Namun yang menjadi sebuah pertanyaan besar ialah tindakan apa yang Anda lakukan setelah mendapatkan kekecewaan tersebut? Pada tahap inilah, tingkat kesadaran seseorang amat berpengaruh kepada dirinya. Kesadaran? Mengapa penting? Kesadaran adalah komponen penting dalam diri s...
Pulang Apalah arti rumah? Apakah dalam bentuk rangka, ataukah dalam bentuk raga? Apa menjelma pada entitas, atau menjelma pada jiwa? Entahlah, aku tak tahu. Langitnya sendu, awannya menangis. Wajahnya lusuh. Hatinya sepi. Tubuhnya dingin. Fana? Bukan! Nuraninya perlu nutrisi. Oasis? nyatanya fatamorgana. Elipsis? puisinya tak sempurna. Fisiknya nampak, akalnya hilang: jiwanya lelah Seketika mencari, ke mana tempatnya pulang? Ya sudahlah, aku tak tahu.
kebimbangan hati :)
BalasHapus